Membangun Generasi Qurani Menyongsong Masa Depan Gemilang
Memuat Waktu...
Pendaftaran Terbuka

Mari Bergabung Bersama Badko TKA-TPA Daerah Istimewa Yogyakarta

Bersama membina generasi Qur'ani yang cerdas, ceria, dan berakhlak mulia di seluruh wilayah DIY. Bergabunglah bersama ribuan unit TKA-TPA & ustadz/ustadzah lainnya!

Pembinaan Resmi Kurikulum Standar Badko Jejaring Se-DIY
Daftar Sekarang Proses Cepat & Mudah
Info Santri
Pendaftaran dan Updating Data tahap kedua sudah dibuka..., 66 Hari menuju FASI XIII Tingkat Provinsi Yogyakarta

Belajar dari yang Terbaik, Bertumbuh untuk Umat: Menyibak Jejak Inspiratif TKA-TPA Al Muhsin Banaran, Kulon Progo

Penulis 05 Aug 2026 341 Kali
Belajar dari yang Terbaik, Bertumbuh untuk Umat: Menyibak Jejak Inspiratif TKA-TPA Al Muhsin Banaran, Kulon Progo

"Lembaga yang hebat bukan sekadar melahirkan santri yang pandai membaca Al-Qur'an, tetapi mampu menumbuhkan generasi yang mencintai Al-Qur'an sepanjang hidupnya."

Di sudut tenang Padukuhan Bunder Kulon, Banaran, Galur, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. berdiri sebuah lembaga yang telah menemani perjalanan ribuan anak mengenal Kalamullah. Namanya Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al Muhsin, rumah besar bagi TKA-TPA-TQA Al Muhsin yang selama lebih dari tiga dekade mengabdikan diri dalam pendidikan Al-Qur'an.

Selama bertahun-tahun, seluruh halamannya menjadi saksi langkah-langkah kecil anak-anak yang datang dengan penuh rasa ingin tahu, lalu pulang membawa ayat demi ayat yang mulai bersemayam di hati mereka. Di tempat inilah huruf-huruf hijaiyah pertama kali dilafalkan, doa-doa dipanjatkan bersama, dan benih-benih cinta kepada Al-Qur'an ditanam sejak usia dini.

Perjalanan panjang itu bukan sekadar dihitung dari angka tahun berdirinya. Ia tercermin dalam senyum para santri yang tumbuh penuh percaya diri, dalam doa-doa orang tua yang mengiringi setiap langkah anaknya, dalam ketulusan para ustadz dan ustadzah yang mengajar tanpa lelah, serta dalam berbagai prestasi yang lahir dari proses panjang yang dijalani dengan penuh kesabaran.

Al Muhsin menjadi salah satu bukti bahwa sebuah TKA-TPA dapat tumbuh menjadi pusat pendidikan Al-Qur'an yang profesional dan terus berkembang, tanpa pernah kehilangan ruh dakwah, keikhlasan, dan semangat melayani umat.


Awal Perjalanan yang Penuh Keikhlasan

TKA-TPA-TQA Al Muhsin berdiri pada 2 Januari 1993 di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Al Muhsin.

Semua berawal dari sebuah niat sederhana, tetapi mulia: menghadirkan tempat bagi anak-anak untuk belajar Al-Qur'an sekaligus menanamkan akhlak, karakter, dan kecintaan kepada Islam sejak usia dini.

Sejak awal, para pendiri menyadari bahwa mengajarkan Al-Qur'an bukan hanya soal membuat anak mampu membaca dengan benar. Jauh lebih penting adalah menumbuhkan hati yang mencintai Al-Qur'an, sehingga kelak ia menjadi cahaya yang membimbing perjalanan hidup mereka.

Komitmen itulah yang terus dijaga hingga Al Muhsin memperoleh akreditasi A, sebuah pengakuan atas kualitas tata kelola dan proses pembelajaran yang dilakukan secara konsisten.

Perjalanan itu pun semakin bermakna ketika pada tahun 2012, Al Muhsin dinobatkan sebagai TKA-TPA Percontohan Terbaik dalam Lomba Administrasi dan Manajemen Pengelolaan TKA-TPA se-DIY. Sebuah penghargaan yang bukan hanya membanggakan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pelayanan terbaik selalu lahir dari kerja yang tertata, sungguh-sungguh, dan penuh tanggung jawab.


Bukan Hanya TKA-TPA

Seiring waktu, YPI Al Muhsin terus berkembang menjadi lingkungan pendidikan Islam yang saling menguatkan.

Di dalamnya terdapat:

  • Madrasah Diniyah, sebagai tempat memperdalam ilmu agama yang telah memiliki izin operasional dan menorehkan berbagai prestasi.
  • Masjid Al Hikmah, yang menjadi pusat ibadah, kajian, pembinaan masyarakat, hingga berbagai kegiatan keislaman.
  • Majelis Taklim Al Husna, ruang belajar bagi para orang tua dan masyarakat agar semangat menuntut ilmu terus hidup di setiap tahap kehidupan.

Di sinilah pendidikan tidak berhenti pada anak-anak. Orang tua ikut belajar, masyarakat ikut bertumbuh, dan masjid menjadi pusat kehidupan yang menghidupkan lingkungan sekitarnya.

Sebuah gambaran indah tentang pendidikan Islam yang tumbuh bersama keluarga dan masyarakat.


Dipimpin oleh Orang-Orang yang Mengabdi

Di balik perjalanan panjang Al Muhsin, ada banyak tangan yang bekerja dalam diam dan hati yang memilih untuk terus mengabdi.

Di jajaran kepengurusan adalah : 

  • H. Maryanto, S.Ag. sebagai Pembina Yayasan Pendidikan Islam Al Muhsin, yang menjaga arah perjuangan dan nilai-nilai yang menjadi ruh lembaga.

  • H. Ari Gunawan, M.Pd.I. sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al Muhsin, yang terus menggerakkan organisasi agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Al-Qur'an.

  • Firman Ashofa, S.Pd. sebagai Direktur TKA-TPA-TQA Al Muhsin, yang memimpin pengelolaan pendidikan sehari-hari, membina para guru, dan memastikan setiap santri memperoleh layanan pendidikan terbaik. Jajaran Pengurus Al Muhsin Kulonprogo

Namun sesungguhnya, kemajuan sebuah lembaga tidak pernah dibangun oleh satu atau dua orang saja. Ia tumbuh dari semangat kebersamaan seluruh ustadz, ustadzah, pengurus, wali santri, dan masyarakat yang percaya bahwa pendidikan Al-Qur'an adalah investasi terbaik bagi masa depan umat.


Visi yang Menjadi Cahaya Perjalanan

Al Muhsin memiliki visi yang sangat indah,

"Menjadi lembaga pendidikan Islam yang unggul dalam membentuk generasi Qur'ani berakhlak mulia, cerdas, mandiri, dan cinta Al-Qur'an serta mampu menghadapi tantangan zaman dengan berlandaskan Al-Qur'an dan As-Sunnah."

Visi tersebut diwujudkan melalui berbagai misi, antara lain:

  • menanamkan iman dan ketakwaan sejak usia dini melalui pembelajaran Al-Qur'an yang menyenangkan;

  • mengembangkan kemampuan membaca, menulis, menghafal, memahami, hingga mengamalkan Al-Qur'an;

  • membentuk karakter Islami melalui keteladanan dan pembiasaan;

  • mengembangkan potensi intelektual, spiritual, dan sosial santri secara seimbang;

  • melatih jiwa kepemimpinan, kemandirian, serta semangat berprestasi;

  • membangun lingkungan belajar yang religius, aman, ramah anak, serta bersinergi bersama keluarga dan masyarakat.

Semua itu bukan sekadar kalimat yang tertulis dalam dokumen lembaga. Nilai-nilai tersebut hadir dalam setiap pertemuan belajar, dalam setiap hafalan yang disetorkan, dalam setiap salam yang diajarkan, dan dalam setiap kebiasaan baik yang terus ditumbuhkan hari demi hari.


Pilihan Program yang Menyesuaikan Kebutuhan

Setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda, begitu pula setiap keluarga memiliki kebutuhan yang tidak selalu sama.

Karena itu Al Muhsin menghadirkan berbagai pilihan program agar setiap santri dapat belajar sesuai kondisi dan kemampuannya.

Program Reguler

Belajar tiga kali setiap pekan pada sore hari.

Program Semi Pondok

Belajar enam kali dalam sepekan pada malam hari.

Program Pondok Khusus

Program intensif dengan pembelajaran enam kali dalam seminggu disertai sistem muqim pada akhir pekan sebagai penguatan hafalan, karakter, dan pembiasaan ibadah.

Selain itu tersedia jenjang pembelajaran yang berkesinambungan:

  • TKA untuk santri usia di bawah tujuh tahun.

  • TPA bagi santri usia di atas tujuh tahun.

  • TQA sebagai pendalaman Al-Qur'an.

  • Madrasah Diniyah untuk penguatan ilmu agama.

  • Pondok Khusus Tahfidz bagi santri yang ingin lebih fokus menghafal Al-Qur'an.

Dengan sistem seperti ini, setiap anak memperoleh ruang untuk bertumbuh sesuai tahap usianya, tanpa kehilangan kesempatan mengembangkan potensi terbaik yang Allah titipkan.


Santri yang Terus Bertambah

Pada tahun pelajaran 2025/2026, Al Muhsin membina 413 santri, dengan 79 santri baru.

Angka-angka itu tentu membanggakan. Namun sesungguhnya, yang lebih berharga adalah kepercayaan yang tersimpan di balik setiap angka tersebut.

Ada ratusan orang tua yang menitipkan amanah terbesar dalam hidup mereka. Ada harapan agar anak-anak mereka kelak tumbuh menjadi generasi Qur'ani yang mampu menjaga agama, membahagiakan keluarga, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Kepercayaan seperti itulah yang menjadi kekuatan terbesar bagi Al Muhsin untuk terus berbenah.


Guru yang Terus Belajar

Al Muhsin meyakini bahwa kualitas sebuah lembaga tidak akan pernah melampaui kualitas para pendidiknya.

Karena itulah para ustadz dan ustadzah terus didorong untuk belajar, mengikuti pembinaan, dan meningkatkan kompetensi. Banyak di antaranya telah memiliki Syahadah Tartil pada berbagai jenjang.

Semangat belajar para guru menjadi teladan bagi para santri. Sebab seorang pendidik yang terus belajar akan melahirkan generasi yang juga mencintai proses belajar sepanjang hayat.


Prestasi yang Terus Mengalir

Prestasi tidak pernah hadir secara tiba-tiba.

Ia lahir dari doa yang tidak pernah putus, latihan yang terus diulang, kesabaran dalam membimbing, dan kerja sama yang terjalin selama bertahun-tahun.

Al Muhsin berhasil meraih berbagai penghargaan, di antaranya:

  • Juara Umum FASI XII Rayon Galur.

  • Juara Umum FASI XII Kabupaten Kulon Progo.

  • Berbagai kejuaraan FASI tingkat Provinsi DIY.

  • Prestasi PORSADIN tingkat Kabupaten dan Provinsi.

  • Prestasi Tapak Suci dalam berbagai kejuaraan.

  • Mengirimkan delegasi DIY pada FASI Nasional, PORSADIN Nasional, hingga MTQ Tingkat Nasional.

Setiap piala tentu membanggakan. Namun yang lebih membanggakan adalah proses yang membentuk anak-anak menjadi pribadi yang disiplin, percaya diri, berani mencoba, dan siap memberikan yang terbaik.


Aktivitas yang Membentuk Karakter

Belajar di Al Muhsin tidak hanya berlangsung di dalam kelas.

Santri dibiasakan mengikuti berbagai kegiatan seperti pembelajaran harian, tasmi' hafalan, khataman, ujian santri, pengajian bersama, takbir keliling, kegiatan ekstrakurikuler, pembinaan lomba, pertemuan santri se-rayon, wisuda santri, hingga berbagai ajang perlombaan.

Di balik setiap kegiatan itu, sesungguhnya sedang dibangun karakter. Anak-anak belajar menghargai waktu, berani tampil di depan orang lain, bekerja sama, bertanggung jawab, dan membiasakan diri mencintai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.


Saatnya Mengagendakan Study Tiru

Apa yang dilakukan Al Muhsin menjadi pengingat bahwa sebuah TKA-TPA dapat berkembang ketika dikelola dengan sungguh-sungguh, didukung guru-guru yang terus belajar, kurikulum yang terarah, serta kepercayaan masyarakat yang terus dijaga.

Karena itu, bagi para pengelola TKA-TPA di Daerah Istimewa Yogyakarta maupun daerah lainnya, sudah saatnya menjadikan study tiru sebagai budaya bersama. Salah satu lembaga yang layak dikunjungi adalah TKA-TPA Al Muhsin Banaran.

Study tiru bukan untuk menyalin apa yang dilakukan orang lain. Ia adalah kesempatan untuk saling belajar, saling menguatkan, berbagi pengalaman, lalu mengembangkannya sesuai kebutuhan masing-masing lembaga.

Sebab ketika satu lembaga bertumbuh, sesungguhnya yang ikut bertumbuh adalah pendidikan Al-Qur'an kita bersama.


Bertumbuh Bersama BADKO TKA-TPA DIY

Kemajuan satu lembaga sejatinya adalah kebahagiaan bagi semua. Ketika satu TKA-TPA berkembang, harapan baru ikut tumbuh di tempat-tempat lain.

BADKO TKA-TPA DIY terus menghidupkan semangat berbagi praktik baik, memperkuat jejaring, dan membangun kolaborasi agar pendidikan Al-Qur'an di Yogyakarta semakin maju tanpa kehilangan ruh dakwah yang menjadi jiwanya.

Harapannya, semakin banyak TKA-TPA yang tumbuh menjadi lembaga unggulan, melahirkan generasi Qur'ani yang cerdas, berakhlak mulia, serta menjadi cahaya yang menerangi keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Mari terus belajar, saling menguatkan, dan melangkah bersama. Sebab setiap langkah kecil yang kita lakukan hari ini mungkin sedang menyiapkan lahirnya generasi yang kelak menjaga Al-Qur'an, menjaga umat, dan menjaga negeri ini.

Nantikan pula liputan profil lembaga TKA-TPA lainnya di bawah naungan BADKO TKA-TPA DIY. Semoga setiap kisah yang dihadirkan bukan sekadar menjadi informasi, tetapi juga menghadirkan inspirasi, mempererat ukhuwah, menjadi bahan belajar bersama, dan menyalakan semangat untuk terus menghadirkan pendidikan Al-Qur'an terbaik bagi generasi penerus bangsa.

 

Komentar Santri & Pembaca (4)

Tulis Tanggapan Kamu

A
Admin
06 Aug 2026, 13:14

@suprapto aamiin.,

U
Unay
06 Aug 2026, 07:31

MasyaAllah, sangat menginspirasi dan jadi ingin belajar langsung dalam sistem pengelolaan..

H
H. Maryanto, S. Ag
06 Aug 2026, 07:24

Bismillah Istiqomah Dalam membaca Menulis Memahami Mengalkan dan Mengajarkan Al Qur'an kepada Generasi Qur'ani Adalah Amal shalih yang Insya Allah Akan Menuai keberkahan Dunia Akherat.

S
suprapto
06 Aug 2026, 02:49

Al muhsin menginspirasi perkembangan tpa di diy,

Maju terus....smg sukses selalu