Membangun Generasi Qurani Menyongsong Masa Depan Gemilang
Memuat Waktu...
Pendaftaran Terbuka

Mari Bergabung Bersama Badko TKA-TPA Daerah Istimewa Yogyakarta

Bersama membina generasi Qur'ani yang cerdas, ceria, dan berakhlak mulia di seluruh wilayah DIY. Bergabunglah bersama ribuan unit TKA-TPA & ustadz/ustadzah lainnya!

Pembinaan Resmi Kurikulum Standar Badko Jejaring Se-DIY
Daftar Sekarang Proses Cepat & Mudah
Info Santri
Pendaftaran dan Updating Data tahap kedua sudah dibuka..., 66 Hari menuju FASI XIII Tingkat Provinsi Yogyakarta

Akreditasi TPA Rayon Sedayu Digelar, Tiga Unit Berani Membuka Diri untuk Terus Bertumbuh

Penulis 29 Aug 2026 189 Kali
Akreditasi TPA Rayon Sedayu Digelar, Tiga Unit Berani Membuka Diri untuk Terus Bertumbuh

BANTUL _Sabtu, 29 Agustus 2026, suasana pagi di Masjid Darussalam, Ngentak, Argorejo, Sedayu, Bantul, terasa berbeda. Di tempat yang menjadi titik kumpul pembinaan itu, para pengelola dan ustadz-ustadzah Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) berkumpul membawa satu semangat yang sama: memastikan bahwa lembaga tempat anak-anak belajar membaca dan mencintai Al-Qur’an terus tumbuh, bertahan, dan dipercaya masyarakat.

Hari itu menjadi salah satu catatan penting bagi perjalanan pembinaan TKA-TPA di Rayon Sedayu. Akreditasi dilaksanakan secara serentak pada tiga unit, yakni TPA Al Jihad, Surobayan; TPA Al Firdaus, Sumberan, Argodadi; serta TPA Hamas Baiturrohman, Jambon, Argosari.

Akreditasi tersebut bukan sekadar kegiatan administratif. Lebih jauh, ia menjadi ruang untuk melihat kembali bagaimana sebuah lembaga TPA berjalan, bagaimana para ustadz-ustadzah mendampingi santri, serta sejauh mana lembaga tersebut mampu memberikan pelayanan pendidikan Al-Qur’an yang baik kepada masyarakat.

Wakil Ketua Rayon Sedayu, Ustadz Muslim, menyampaikan bahwa pelaksanaan akreditasi kali ini merupakan momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya akreditasi secara masal dilaksanakan di Rayon Sedayu. Tiga unit mengikuti proses tersebut, sementara beberapa unit lainnya masih belum berani untuk mengajukan akreditasi.

“Ini pertama kali di Rayon Sedayu dilaksanakan akreditasi masal. Total ada tiga unit, beberapa unit masih belum berani diakreditasi,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa perjalanan sebuah lembaga pendidikan Al-Qur’an tidak selalu mudah. Ada unit yang sudah siap, ada pula yang masih membutuhkan waktu untuk membenahi berbagai hal.

Namun, ketakutan terhadap akreditasi seharusnya tidak menjadi alasan untuk berhenti melangkah.

Akreditasi bukanlah ruang untuk mencari kesalahan, melainkan ruang untuk bercermin. Di sana, sebuah TPA dapat melihat apa yang sudah baik, apa yang masih perlu diperbaiki, dan apa yang harus dipersiapkan agar perjalanan lembaganya menjadi semakin kuat.

Ketua Badkoda Bantul, Ustadz Arif Nuryanto, mengingatkan bahwa akreditasi di Rayon Sedayu sebenarnya telah dilaksanakan sejak sekitar sepuluh tahun lalu, tepatnya pada 2016. Namun, belum semua unit berani atau bersedia mengikuti proses tersebut.

Karena itu, ia memberikan apresiasi kepada tiga unit yang pada kesempatan ini berani membuka diri untuk diakreditasi.

“Sampai hari ini sudah ada empat unit yang sudah diakreditasi di Rayon Sedayu,” jelasnya.

Ia berharap semangat tersebut terus berkembang. Terlebih, Rayon Sedayu juga memiliki catatan prestasi dalam pembinaan santri. Pada FASI 2024, Rayon Sedayu berhasil mengirimkan lima santri untuk maju ke tingkat nasional. Harapannya, pada tahun ini jumlah santri yang mampu melangkah lebih jauh dapat bertambah.

Di tengah kegiatan tersebut, Tim Asesor, Ustadz Prayitna, memberikan pembinaan yang tidak hanya berbicara tentang administrasi, tetapi juga tentang ketulusan dalam mengelola TPA.

Menurutnya, mengurus TPA membutuhkan keikhlasan. Ketika menghadapi persoalan, keluhan sebaiknya pertama-tama disampaikan kepada Allah SWT.

“Mengurusi TPA itu harus dengan ikhlas. Kalau mau sambat, sambatlah sama Allah SWT. Pasti dikasih jalan keluar, bukan sambat dengan sesama manusia,” pesannya.

Ia menjelaskan bahwa TPA yang baik memiliki kriteria yang dapat dilihat dan diukur. Melalui akreditasi, setidaknya terdapat jaminan bahwa sebuah TPA masih ada dan eksis hingga saat ini. Akreditasi juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga.

Bukan hanya lembaganya yang perlu terus dibenahi. Para ustadz dan ustadzah juga dituntut untuk meningkatkan kualitas diri. Sebab, guru yang baik akan menjadi salah satu jalan lahirnya santri yang baik. Salah satu bentuk pembuktian kompetensi tersebut adalah melalui ujian Syahadah.

Dukungan terhadap gerakan pendidikan Al-Qur’an juga disampaikan Panewu Sedayu, Tri Budianto, S.STP. Pemerintah, menurutnya, mendukung berbagai upaya dalam membentuk generasi Qur’ani melalui gerakan TKA-TPA.

Di tengah perubahan zaman, pendidikan Al-Qur’an menjadi semakin penting. Kelengahan dalam mendidik generasi masa depan dapat membawa persoalan yang lebih besar.

“Sedini mungkin anak-anak dikenalkan dengan Al-Qur’an,” pesannya.

Pesan tersebut terasa sederhana, tetapi menyimpan makna yang dalam. Sebab, masa depan sebuah masyarakat pada akhirnya akan berada di tangan anak-anak yang hari ini sedang belajar mengeja huruf hijaiyah, menghafal surat-surat pendek, dan mengenal nilai-nilai Al-Qur’an.

Hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Argosari, Bapak Sudarno, serta Kamituwo Argorejo, Bapak Surame. Rangkaian kegiatan kemudian diiringi dengan doa yang dipimpin oleh KUA Sedayu, Bapak Syahril Sidiq, S.Pd., MA.

Dari Sedayu, sebuah pesan penting kembali mengemuka: jangan takut pada akreditasi.

TPA tidak perlu menunggu menjadi sempurna untuk berani dinilai. Justru melalui proses itulah lembaga dapat belajar menjadi lebih baik. Jangan takut membuka pintu, sebab di balik pintu itu mungkin ada banyak hal yang selama ini belum terlihat.

Akreditasi bukan akhir dari perjalanan. Ia adalah sebuah jeda untuk berhenti sejenak, bercermin, kemudian melangkah kembali dengan lebih yakin.

Untuk seluruh unit TPA yang belum mengikuti akreditasi, tidak perlu merasa kecil atau takut. Mulailah dari apa yang ada, benahi sedikit demi sedikit, lengkapi data, kuatkan pengelolaan, dan teruslah bergerak.

Sebab sebuah TPA tidak dibangun hanya dengan gedung dan administrasi. Ia dibangun dengan keikhlasan para ustadz, doa orang tua, tawa para santri, dan harapan panjang agar Al-Qur’an tetap hidup di tengah masyarakat.

Dan setiap langkah kecil untuk menjaga nyala pendidikan Al-Qur’an, insyaallah, adalah langkah yang sedang menyiapkan masa depan generasi Qur’ani.

Bagi unit TPA yang belum mengisi data pendaftaran unit di BADKO, diharapkan segera melakukan pengisian agar lembaga dapat terdata dan terdaftar dengan baik.

Semoga dari Rayon Sedayu lahir semakin banyak lembaga TPA yang kuat, tertib, terpercaya, dan terus hidup membersamai masyarakat. Semoga semakin banyak santri berprestasi yang mampu membawa nama baik Sedayu, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga ke tingkat nasional.

Semoga setiap huruf Al-Qur’an yang dibaca anak-anak di ruang-ruang kecil TPA menjadi cahaya yang menerangi perjalanan mereka, keluarga mereka, dan masyarakat di sekitarnya. Aamiin.

Komentar Santri & Pembaca (0)

Tulis Tanggapan Kamu

Belum ada komentar. Jadi yang pertama memberikan tanggapan!