Dari Mangunan, Menyatukan Langkah untuk Generasi Qurani: Pleno III BADKO TKA TPA DIY Menguatkan Sinergi Menjelang FASI XIII
Bantul — Sejuknya udara Mangunan pada Ahad, 30 Agustus 2026, seolah menjadi saksi bertemunya hati dan langkah para pejuang pendidikan Al-Qur'an di Daerah Istimewa Yogyakarta. Di Rumah Kaca, kompleks Seribu Batu Songgo Langit, Mangunan, Dlingo, Kabupaten Bantul, keluarga besar BADKO TKA TPA DIY berkumpul dalam Rapat Pleno III BADKO TKA TPA DIY.
Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menyatukan langkah, menguatkan koordinasi, sekaligus meneguhkan kembali semangat bersama dalam mengemban amanah pendidikan generasi Qurani. Rapat Pleno III merupakan bagian dari sarana koordinasi program kerja BADKO TKA TPA DIY periode 2025–2029, dengan agenda utama penyampaian program kerja serta laporan kegiatan BADKO wilayah dan daerah.
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus BADKO TKA TPA Wilayah DIY, para Ketua BADKO Kabupaten/Kota beserta jajaran, serta para Ketua Rayon se-Kabupaten Bantul. Pertemuan ini mempertemukan para penggerak TKA-TPA dari berbagai wilayah DIY dalam satu ruang kebersamaan, membawa cerita perjuangan dari daerah masing-masing, sekaligus merajut harapan untuk masa depan pendidikan Al-Qur'an yang semakin baik.
Kegiatan dibuka dengan rangkaian acara yang diawali pembacaan Kalam Ilahi, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars TPA. Suasana kebersamaan semakin terasa ketika seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian dan semangat. Susunan acara Pleno III juga mencakup sambutan Ketua Umum BADKO TKA TPA Bantul, sambutan Ketua Umum BADKO TKA TPA DIY, sosialisasi Komunitas Sedekah Subuh Jogja, dinamika penyelenggaraan Festival Anak Sholeh Indonesia, penyampaian program kerja, laporan BADKO daerah, hingga pengambilan keputusan bersama.
Pembinaan Dewan Pakar: Menguatkan Arah dan Semangat Perjuangan
Salah satu bagian penting dalam Rapat Pleno III adalah kehadiran Ketua Dewan Pakar BADKO DIY, Bapak Muhsonef, S.HI., M.HI., yang memberikan pembinaan kepada seluruh peserta. Dalam susunan kegiatan, beliau dijadwalkan menyampaikan materi mengenai dinamika penyelenggaraan Festival Anak Sholeh Indonesia.
Pembinaan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan besar dalam membina anak-anak tidak dapat dilakukan dengan langkah yang sendiri-sendiri. TKA dan TPA bukan sekadar tempat anak-anak belajar membaca huruf-huruf hijaiyah. Lebih dari itu, TKA-TPA adalah ruang pertama tempat banyak anak mengenal Al-Qur'an, belajar adab, menemukan teladan, dan perlahan membangun kecintaan kepada agama.
Di tangan para ustadz dan ustadzah, huruf-huruf Al-Qur'an tidak hanya dibaca, tetapi ditanamkan menjadi cahaya. Karena itulah, setiap program, kegiatan, dan evaluasi yang dilakukan BADKO memiliki satu tujuan besar: menjaga agar cahaya pendidikan Al-Qur'an terus menyala dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Ketua Umum Sampaikan Informasi Organisasi, FASI, dan KSSJ
Dalam sambutannya, Ketua Umum BADKO TKA TPA DIY, Bapak Suprapto,S,Ag. menyampaikan berbagai informasi terkini berkaitan dengan perkembangan organisasi, persiapan Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI), serta peluncuran Komunitas Sedekah Subuh Jogja (KSSJ).
Informasi tersebut menjadi bagian penting dalam upaya menyatukan pemahaman seluruh jajaran BADKO, mulai dari tingkat wilayah hingga daerah. Sebab sebuah organisasi yang besar tidak hanya membutuhkan banyak program, tetapi juga membutuhkan kesamaan arah.
FASI menjadi salah satu perhatian utama dalam pleno kali ini. Persiapan menuju pelaksanaan FASI XIII menjadi tema yang terus mengemuka dalam laporan dari berbagai daerah. Berbagai aspek dipersiapkan, mulai dari kesiapan peserta, pendanaan, koordinasi pelaksanaan, hingga berbagai kebutuhan teknis yang diperlukan untuk menyukseskan kegiatan tersebut.
Di sisi lain, hadirnya Komunitas Sedekah Subuh Jogja atau KSSJ menjadi warna baru dalam gerakan kebersamaan BADKO DIY. Sosialisasi KSSJ memang menjadi salah satu agenda resmi dalam Pleno III, yang disampaikan oleh tim KSSJ BADKO DIY.
Gerakan tersebut membawa semangat bahwa kebaikan yang dilakukan secara bersama-sama akan melahirkan kekuatan yang lebih besar. Satu tangan mungkin hanya mampu membawa sedikit, tetapi banyak tangan yang saling menggenggam mampu mengangkat beban yang jauh lebih berat.
Program Kerja Ketua I, II, dan III: Menyatukan Bidang dalam Satu Tujuan
Setelah penyampaian informasi organisasi oleh Ketua Umum, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan program kerja BADKO TKA TPA DIY. Ketua Umum didampingi oleh Ketua I, Ketua II, dan Ketua III menyampaikan arah program sesuai bidang masing-masing. Agenda penyampaian program kerja tersebut memang menjadi salah satu inti Rapat Pleno III sebagai sarana koordinasi organisasi.
Setiap bidang memiliki tugas dan fokus masing-masing. Namun dalam satu kepengurusan, semua bidang sejatinya berjalan menuju tujuan yang sama: memperkuat pelayanan, pembinaan, dan perkembangan TKA-TPA di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pleno menjadi ruang penting untuk memastikan bahwa langkah tersebut tetap berada dalam satu irama. Sebab dalam perjalanan organisasi, sebuah program yang baik akan semakin kuat ketika dipahami, didukung, dan dikerjakan bersama.
Gunungkidul Siapkan FASI dan Rencana SIM TPA
Memasuki sesi laporan kegiatan BADKO daerah dan kota, masing-masing Ketua BADKO Kabupaten/Kota atau perwakilan menyampaikan perkembangan serta program yang telah dan akan dilaksanakan.
BADKO Gunungkidul mengawali daerah yang menyampaikan laporan mengenai persiapan pelaksanaan FASI. Selain itu, Gunungkidul juga menyampaikan rencana peluncuran aplikasi SIM TPA (Sistem Informasi Manajemen Taman Pendidikan Al-Qur'an).
Rencana tersebut menjadi salah satu langkah menarik dalam upaya menjawab kebutuhan pengelolaan TKA-TPA yang semakin berkembang. Aplikasi SIM TPA diharapkan dapat membantu memantau perkembangan unit-unit TKA-TPA secara lebih terstruktur serta mempermudah proses pendataan dan supervisi.
Melalui sistem tersebut, berbagai informasi diharapkan dapat terpantau dengan lebih baik, mulai dari kehadiran santri, data ustadz dan ustadzah, hingga berbagai hal yang berkaitan dengan pengelolaan administrasi, termasuk infaq atau pembayaran TPA.
Di tengah perkembangan zaman yang terus bergerak, digitalisasi dapat menjadi jembatan untuk memperkuat pelayanan tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar pendidikan Al-Qur'an. Teknologi diharapkan bukan menggantikan peran manusia, melainkan membantu para pengelola agar memiliki lebih banyak ruang untuk melakukan hal yang paling penting: mendampingi anak-anak.
Sleman, Kulon Progo, Kota Yogyakarta, dan Bantul Mantapkan Kesiapan
Laporan kemudian berlanjut dari BADKO Sleman, BADKO Kulon Progo, BADKO Kota Yogyakarta, dan terakhir BADKO Bantul. Secara umum, laporan dari masing-masing daerah memperlihatkan semangat yang sama, yakni memantapkan kesiapan dalam menyongsong pelaksanaan FASI XIII.
Berbagai persiapan terus dilakukan sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah. Mulai dari kesiapan pendanaan, persiapan peserta, koordinasi panitia, hingga pelaksanaan kegiatan di tingkat daerah.
Setiap wilayah memiliki tantangan yang berbeda. Namun perbedaan itulah yang kemudian dipertemukan dalam sebuah pleno. Daerah yang telah menemukan jalan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain. Daerah yang sedang menghadapi tantangan dapat memperoleh dukungan dari saudara seperjuangan.
Di situlah makna koordinasi menemukan bentuknya.
Bersama Menjaga Api Perjuangan
Rapat Pleno III BADKO TKA TPA DIY bukan sekadar pertemuan organisasi yang diisi dengan laporan dan program kerja. Lebih dari itu, pertemuan di Mangunan tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan membangun generasi Qurani adalah perjalanan panjang yang membutuhkan kebersamaan.
Dari Gunungkidul hingga Kulon Progo, dari Sleman hingga Kota Yogyakarta dan Bantul, setiap daerah membawa cerita perjuangannya sendiri. Ada unit-unit TKA-TPA yang tumbuh dengan kuat, ada pula yang masih membutuhkan pendampingan. Ada program yang telah berjalan dengan baik, ada pula gagasan yang masih menunggu untuk diwujudkan.
Namun semuanya bertemu dalam satu keyakinan: pendidikan Al-Qur'an harus terus hidup dan berkembang.
Ketika rapat memasuki sesi tanggapan dan pengambilan keputusan oleh Ketua Umum BADKO DIY, kemudian ditutup dengan ramah tamah, pertemuan itu meninggalkan satu pesan sederhana namun mendalam.
Bahwa dalam perjuangan ini, tidak ada wilayah yang benar-benar berjalan sendiri.
Yang kuat diharapkan menguatkan. Yang telah menyala diharapkan mampu menyalakan. Dan yang sedang redup, jangan sampai dibiarkan kehilangan cahaya.
Dari sejuknya Mangunan, langkah-langkah itu kembali pulang ke daerah masing-masing. Membawa catatan, membawa program, membawa tanggung jawab. Namun lebih dari semuanya, mereka membawa kembali semangat kebersamaan.
Sebab generasi Qurani tidak akan lahir hanya dari satu orang, satu lembaga, atau satu daerah.
Ia tumbuh dari tangan-tangan yang saling menguatkan.
Dan selama tangan-tangan itu tetap bergandengan, insyaallah cahaya TKA-TPA akan terus menyala untuk anak-anak Indonesia.
Komentar Santri & Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadi yang pertama memberikan tanggapan!